Wednesday, 19 March 2014

Pemikiran Fazlur Rahman tentang Pendidikan Islam


PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Berbicara masalah pendidikan tidak akan pernah terlepas dari yang namanya pengaruh luar. Islam sebagai salah satu agama yang besar perlu menempatkan diri dalam perjalanan manusia. Perkembangan Islam pun tidak hanya tumbuh tanpa adanya usaha untuk mencapai hal tersebut. Sebab, semua yang terjadi tidak akan pernah terlepas dari yang namanya ’pendidikan’. Oleh karena itulah dalam rangka mengkonstruksi akan ajaran yang ada pada jati diri islam perlu adanya usaha melacak sejarah akan rekonstruksi yang telah dilakukan oleh pendahulu kita.
Kesadaran Fazlur Rahman terhadap pendidikan sebagai sarana utama penunjang pembaharuan inilah yang mendorongnya terjun dalam kritisme sistem pendidikan Islam yang berkembang pada periode kemunduran dan pada awal pembaharuan (modern).
Dalam makalah ini kami mengangkat usaha yang dilakukan oleh Fazlur Rahman selaku tokoh pembaharu dalam pendidikan dan pemikiran islam. Dengan melihat dan mempelajari usaha yang telah dilakukan oleh Fazlur Rahman, kita sebagai generasi penerus dari usaha pengembangan islam melalui pendidikan berharap dapat mengambil pelajaran. sehingga nantinya dalam pengembangan tersebut kita tidak berjalan dari ruang hampa, dan dapat lebih terarah langkahnya.

B.     Rumusan Masalah
1.       Bagaimana Biografi Fazlur Rahman?
2.       Bagaimana pemikiran Fazlur Rahman mengenai pendidikan islam?
3.       Apa saja Karya-karya Fazlur Rahman?






PEMBAHASAN

A.    Biografi  Fazlur Rahman
Fazlur Rahman lahir tahun 1919 M di sebelah barat laut Pakistan dan meninggal tahun 1988 M di Amerika Serikar. Ia berasal dari keluarga taat beragama dalam mazhab Hanafi. Ayahnya seorang ulama terkenal lulusan Sekolah Tinggi Deoband.[1] Beliau bernama Maulana Ad-Din. Beliau memperhatikan Rahman dalam mengaji dan menghafal Al-Qur’an, sehingga pada usia sepuluh tahun telah hafal Al-Qur’an.[2] Sedangkan dari ibunya kejujuran, kasih sayang, serta kecintaan sepenuh hati darinya.[3] Pendidikan dalam keluarganya benar-benar efektif dalam membentuk watak dan kepribadiannya untuk menghadapi kehidupan nyata.[4]
Pendidikan dasar dan menengahnya dia lalui di distrik kelahirannya. Sementara pendidikan tingginya dia tempuh di Lahore University, Pakistan. Dari institusi ini, dia menggondol gelar master bidang sastra Arab pada tahun 1942.[5] Kemudian, tahun 1942, ia berhasil menyelesaikan masternya dalam bidang yang sama pada Universitas yang sama pula.
Pada tahun 1946, Fazlur Rahman berangkat ke inggris untuk melanjutkan studinya di Universitas Oxford. Di bawah bimbingan Profesor S. Van Den Bergh dan H. A. R. Gibb, Fazlur Rahman menyelesaikan program Ph. D.-nya pada tahun 1949, dengan disertasi menulis tentang Ibnu Sina.
Rahman menguasai bahasa Latin, Yunani, Inggris, Jerman, Turki, Arab dan Urdu. Setelah selesai kuliah di Oxford, ia tidak langsung pulang ke negerinya, pakistan. Akan tetapi, selama beberapa tahun ia mengajar di Durham University, Inggris, dan selanjutnya di Intitute of Islamic Studies, McGill University, Canada. Ketika di Durham University, ia berhasil menyelesaikan karya osrisinalnya yang berjudul Prophecy in Islam: Philosophy and Orthodoxy.[6]
Dalam perjalanan karir akademisnya, ia pernah menjadi dosen di Universitas Mac Gill, Canada pada tahun 1958 dan sebelumnya pernah menjadi dosen di Durhan University Inggris. Ketika di Inggris ia mengarang buku berjudul Prophecy in Islam: Philosopy and Ortodoxi yang di terbitkan ketika ia berada di Canada. Adapun pengabdiannya secara institusional terdapat di sentral pengabdian, yaitu Lembaga Pusat Kajian Islam (Central Instute of Islamic Research) dimana ia menjabat sebagai direktur (1962-1968), dan sebagai anggota Dewan Penasehat Ideologi Islam (The member Advisory Council of Islamic Ideology) pada tahun 1964-1968. Adapun sebagai pengajar, ia menjadi Guru Besar di Durhan University di Amerika.[7]

B.     Pemikiran Fazlur Rahman
            Pendidikan Islam menurut Fazlur Rahman  dapat dipahami sebagai proses untuk menghasilkan manusia (ilmuwan) integrative, yang padanya terkumpul sifat-sifat seperti kritis, kreatif, dinamis, inovatif, progresif, adil, jujur, dan sebagainya.
            Menurut pemikiran Fazlur Rahman pendidikan Islam dapat mencakup dua pengertian, yaitu:
1.    Pendidikan Islam dalam pendidikan praktis
            Pendidikan Islam dalam pendidikan praktis yaitu pendidikan yang dilaksanakan di dunia Islam seperti yang di selenggarakan di Pakistan, Sudan, Saudi, Iran, Maroko dan sebagainya, mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Untuk Indonesia, meliputi pendidikan di pesantren, di madrasah, dan di perguruan tinggi islam, bahkan bisa juga pendidikan agama islam di sekolah dan pendidikan agama islam di perguruan tinggi umum.




2.    Pendidikan islam yang di sebut dengan intelektual islam
            pendidikan islam menurut Fazlur Rahman dapat juga di pahami sebagai proses untuk menghasilkan manusia integrative, yang padanya terkumpul sifat-sifat seperti kritis, kreatif, dinamis, inovatif, progresif, adil, jujur dan sebagainya.
            Tanggung jawab pendidik yang pertama adalah menanamkan pada pikiran-pikiran peserta didik dengan nilai moral. Pendidikan islam didasarkan pada ideology islam karena Al-qur’an menyuruh manusia mempelajari bumi seisinya dengan cermat dan mendalam serta mengambil pelajaran darinya agar dapat menggunakan pengetahuanya dengan tepat dan tidak berbuat kerusakan.[8]
            Materi pendidikan menurut Fazlur Rahman meliputi membaca dan menulis, berhitung, Al-Qur’an, al-hadits, komentar dan superkomentar, fiqih, Illahiyah, adab, thobi’iyah, dan astronomi.
Metode pembelajaran abad pertengahan: membaca dan mengulang-ulang sampai hafal. Sekolah tidak perlu melaksanakan ujian akhir tahun tetapi peserta didik bisa naik ke tingkat yang lebih tinggi dengan rekomendasi guru-gurunya. Pendidikan Islam paling lazim adalah menghafal Al-Qur;an dan Al-hadits, namun ada juga sekolah yang berusaha mengembangkan kemampuan intelektual.[9]
             Dalam proses rekontrusi Islam ini Fazlur Rahman merumuskan sebuah konsep pendidikan, maka yang perlu di perbaharui adalah:
a.       Tujuan pendidikan
Dengan mendasarkan pada al-Qur’an, tujuan pendidikan islam menurut Fazlur Rahman adalah untuk mengembangkan manusia sedemikian rupa sehingga semua pengetahuan yang diperoleh akan menjadi organ pada keseluruhan pribadi yang kreatif, yang memungkinkan manusia untuk memanfaatkan sumber-sumber alam untuk kebaikan umat manusia dan untuk menciptakan keadilan, kemajuan, dan keteraturan dunia.[10]
Menurut Fazlur Rahman, untuk melakukan perubahan maka yang harus dilakukan adalah
1.      Membangkitkan ideologi umat Islam tentang pentingnya belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
2.      Berusaha mengikis dualisme system pendidikan tradisional (agama), dan pada sisi lain ada pendidikan modern (sekuler). Kedua sistem ini sama-sama tidak beres. Karena itu perlu ada upaya mengintegrasikan keduanya.
3.      Menyadari betapa pentingnya bahasa dalam pendidikan dan sebgai alat untuk mengeluarkan pendapat-pendapat yang orisinil. Menurut Rahman umat Islam adalah masyarakat tanpa bahasa karena lemah di bidang bahasa.
4.      Pembaharuan di bidang metode pendidikan Islam yaitu dari metode mengulang-ulang dan menghafal pelajaran ke metode memahami dan menganalisis.[11]
b.      Sistem pendidikan
Sistem pendidikan Islam yang memisahkan antara ilmu-ilmu agama dengan umum sangat tidak menguntungkan, bahkan berakibat pada kemunduran Islam. Fazlur Rahman memberikan solusi untuk keluar dari kemelut sistem pendidikan Islam yang disebutkan diatas, dengan cara menghilangkan sistem memisahkan antara ilmu-ilmu agama dengan umum pendidikan Islam dengan cara mengintergrasikan antara ilmu-ilmu agama dengan ilmu-ilmu secara organis dan menyeluruh, sebab pada dasarnya ilmu pengetahuan itu terintegrasi dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Dengan demikian, dalam kurikulum maupun silabus pendidikan Islam harus tercangkup baik ilmu-ilmu umum seperti ilmu sosial, ilmu alam, sejarah dan lainnya yang di dalamnya terdapat ilmu agama.[12]                      





C.     Karya-Karya Fazlur Rahman
Fazlur rahman telah menulis puluhan buku dan ratusan makalah ilmiah diantaranya:
1.      Major Themes of the Qur’an: Legacy and Contemporery Challenge
Buku ini berisi delapan tema pokok al-Qur’an, yaitu Tuhan, Manusia sebagai Individu, Manusia sebagai anggota Masyarakat, alam semesta, kenabian dan wahyu, eskatologi, setan dan kejahatan, serta lahirnya masyarakat muslim. Melalui karya ini Fazlur Rahman berhasil membangun suatu landasan filosofis yang tegar untuk perenungan kembali makna dan pesan al-Qur’an bagi kaum muslimin komtemporer.
2.      Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition
Dalam buku ini Fazlur Rahman berbicara tentang pendidikan Islam dalam perspektif sejarah dengan al-Qur’an sebagai kriterium penilai. Menurutnya, yang dimaksud pendidikan bukanlah suatu perlengkapan, peralatan-peralatan fisik ataupun struktur eksternal pendidikan, melainkan intelektualisme Islam, sebab itu merupakan esensi dari pendidikan Islam sebagai suatu pertumbuhan pemikiran Islam yang asli dan memadai, yang harus memberikan kriteria untuk menilai keberhasilan atau kegagalan suatu sistem pendidikan Islam.
3.      Islamic Methodology in History
Karya ini membahas konsep sunnah, ijtihad, dan ijma’. Inti sari dari buku tersebut adalah bahwa dalam perjalanan sejarah telah terjadi pergeseran dari otoritas sunnah Nabi menjadi sunnah yang hidup dan akhirnya menjadi hadits. Sunnah Nabi merupakan sunnah yang ideal. Sunnah yang hidup merupakan interpretasi dan implementasi kreatif para Sahabat dan Tabi’in terhadap sunnah ideal tersebut, sedangkan hadits merupakan upaya penuturan sunnah dalam suatu catatan. Dari sunnah tersebut, ia ingin membangun kembali mekanisme “Sunnah Ijtihad Ijma”.
4.      Al-Islam
Buku ini merupakan upaya Fazlur Rahman dalam menyajikan sejarah
perkembangan Islam secara umum selama empat belas abad keberadaan Islam. Secara epistemologis Fazlur Rahman berhasil menggabungkan pendekatan historis dan normatif menjadi metode yang sistematis dan komprehensif untuk memahami al-Qur’an, yang pada akhirnya disempurnakan menjadi metode suatu gerakan ganda (double movement).[13]



















KESIMPULAN

A.      Biografi Fazlur Rahman
Fazlur Rahman lahir tahun 1919 M di sebelah barat laut Pakistan dan meninggal tahun 1988 M di Amerika Serikar. Ia berasal dari keluarga taat beragama dalam mazhab Hanafi. Ayahnya seorang ulama terkenal yang bernama Maulana Ad-Din. Pendidikan dasar dan menengahnya dia lalui di distrik kelahirannya. Sementara pendidikan tingginya dia tempuh di Lahore University, Pakistan.
Tahun 1942, ia berhasil menyelesaikan masternya dalam bidang yang sama pada Universitas yang sama pula. Pada tahun 1946, Fazlur Rahman berangkat ke inggris untuk melanjutkan studinya di Universitas Oxford. Fazlur Rahman menyelesaikan program Ph. D.-nya pada tahun 1949, dengan disertasi menulis tentang Ibnu Sina.
B.       Pemikiran Fazlur Rahman mengenai pendidikan islam
          Menurut pemikiran Fazlur Rahman pendidikan Islam dapat mencakup dua pengertian, yaitu:
1.      Pendidikan Islam dalam pendidikan praktis
2.      Pendidikan islam yang di sebut dengan intelektual islam
3.        Karya-karya Fazlur Rahman
1.      Major Themes of the Qur’an: Legacy and Contemporery Challenge
2.      Islam and Modernity: Transformation of an Intellectual Tradition
3.      Islamic Methodology in History
4.      Al-Islam







DAFTAR PUSTAKA

Didin Saefuddin, Pemikiran dan Postmodern Islam: Biografi Intelektual 17 Tokoh, Jakarta: PT  Grasindo, 2003.
Sutrisno, Fazlur Rahman Kajian terhadap Metode, Epistemologi, dan Sistem Pendidikan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006.
Hery Sucipto, Ensiklopedi Tokoh Islam Dari Abu Bakr hingga Nasr dan Qardhawi, Jakarta Selatan: PT MIZAN PUBLIKA, 2003.
Muhaimin, dkk, Kontroversi Pemikiran Fazlur Rahman : Studi Kritis Pembaharuan Pendidikan Islam,  Cirebon: Dinamika, 1999.
Mahbub Sufyan, Konsep Transformasi Pendidikan Islam Menurut Fazlur Rahman, Yogyakarta : Fakultas Tarbiyah jurusan kependidikan Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2005.






[1] Didin Saefuddin, Pemikiran dan Postmodern Islam: Biografi Intelektual 17 Tokoh, (Jakarta: PT  Grasindo, 2003), 146.
[2] Sutrisno, Fazlur Rahman Kajian terhadap Metode, Epistemologi, dan Sistem Pendidikan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006), 70.
[3] Ibid., 61.
[4] Ibid., 70.
[5] Hery Sucipto, Ensiklopedi Tokoh Islam Dari Abu Bakr hingga Nasr dan Qardhawi, (Jakarta Selatan: PT MIZAN PUBLIKA, 2003), 312.
[6]  Sutrisno, Fazlur Rahman Kajian terhadap Metode, Epistemologi, dan Sistem Pendidikan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006), 63- 70.
[7] Muhaimin, dkk, Kontroversi Pemikiran Fazlur Rahman : Studi Kritis Pembaharuan Pendidikan Islam,  (Cirebon: Dinamika, 1999), 11
[8]  Sutrisno, Fazlur Rahman Kajian terhadap Metode, Epistemologi, dan Sistem Pendidikan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006), 106-107.
[9] Ibid., 18.
[11] Sutrisno, Fazlur Rahman Kajian terhadap Metode, Epistemologi, dan Sistem Pendidikan, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2006), 167.
[13] Mahbub Sufyan, Konsep Transformasi Pendidikan Islam Menurut Fazlur Rahman, (Yogyakarta : Fakultas Tarbiyah jurusan kependidikan Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2005),  66-69.