Thursday, 23 May 2013

MOTIVASI DALAM BELAJAR DAN APLIKASINYA TERHADAP PEMBELAJARAN




PEDAHULUAN

A.  LATAR BELAKANG
Motivasi adalah suatu kondisi yang menyebabkan atau menimbulkan perilaku tertentu, dan memberi arah dan ketahanan (persistence) pada tingkah laku tersebut (Wlodkowski:1985). Berdasarkan rumusan tersebut motif merupakan faktor dinamis, penyebab seseorang melakukan perbuatan. Suatu perbuatan dapat ditimbulkan oleh sesuatu motif. Namun juga bisa disebabkan oleh beberapa motif. Dalam belajar, motivasi punya peranan yang penting. Dalam membicarakan macam-macam motivasi belajar, ada dua macam sudut pandang, yakni motivasi yang berasal dari dalam pribadi seseorang yang biasa disebut ”motivasi intrinsik” dan motivasi yang berasal dari luar diri seseorang yang biasa disebut ”motivasi ekstrinsik”. Setiap anak harus memiliki motivasi belajar agar dapat tercapainya sesuatu atau hasil sesuai yang diharapkan.

B.  RUMUSAN MASALAH
1.    Pegertian motivasi
2.    Sifat-sifat motivasi
3.    Prinsip-prinsip motivasi
4.    Fungsi motivasi
5.    Motivasi dalam belajar
6.    Aplikasi motivasi dalam pembelajaran












PEMBAHASAN

A.    PEGERTIAN MOTIVASI
Secara etimologi motif berasal dari kata motion yang berarti gerakan atau sesuatu yang bergerak. Motif dalam psikologi berarti rangsangan, dorongan, atau pembangkit tenaga bagi terjadinya suatu tingkah laku. Dalam motif umumnya terdapat dua unsur pokok yaitu unsure dorongan atau kebutuhan dan unsure tujuan (Handoko, 1992:10). Proses interaksi balik antara kedua unsur ini terjadi dalam diri manusia, namun dapat di pengaruhi oleh hal – hal diluar diri manusia. Misalnya, keadaan cuaca, lingkungan, dsb.[1]
Mc. Donald memberikan sebuah definisi tentang motivasi sebagai suatu perubahan tenaga di dalam diri seseorang yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi  dalam usaha mencapai tujuan. Definisi ini berisi tiga hal, yaitu:
1.      Motivasi dimulai dengan suatu perubahan tenaga dalam diri seseorang.
2.      Motivasi itu ditandai oleh dorongan afektif.
3.      Motivasi ditandai oleh reaksi mencapai tujuan.
Beberapa Pendapat Mengenai Motivasi
1.      Pendapat O. Whittaker tentang Motivasi.
Ia mengatakan, bahwa motivasi adalah kondisi atau keadaan yang mengaktifkan atau memberikan dorongan kepada makhluk untuk bertingkah laku mencapai tujuan yang ditimbulkan oleh motivasi tersebut.
2.      Pendapat Thorndike.
Ia mengatakan, bahwa belajar dengan “trial and error” itu dimulai dengan adanya beberapa motif yang mendorong keaktifkan.
3.      Pendapat Ghuthrie.
Menurutnya motivasi hanyalah menimbulkan variasi respon pada individu, dan apabila dihubungkan dengan hasil belajar, motivasi itu bukan instrumental dalam belajar.
4.      Pendapat Clifford T. Morgan.
Menurut Morgan, motivasi bertalian dengan tiga hal yang sekaligus merupakan aspek-aspek dari motivasi. Ketiga hal tersebut ialah: keadaan yang mendorong tingkah laku, tingkah laku yang didorong oleh keadaan tersebut, dan tujuan dari tingkah laku tersebut.[2]
5.      Sumadi Suryabrata
Motivasi adalah keadaan yang terdapat pada diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan aktivitas tertentu guna ppencapaian suatu tujuan.
6.      Gates
Motivasi adalah suatu kondisi fisiologis dan psikologis yang terdapat dalam diri seseorang yang mengatur tindakannya dengan cara tertentu.
7.      Greenberg
Motivasi adalah proses membangkitkan, mengarahkan dan memantapkan perilaku arah suatu tujuan.
Dari beberapa devinisi tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah kondisi fisiologis dan psikologis yang terdapat pada diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan aktifitas tertentu guna mencapai suatu tujuan (kebutuhan). [3]

B.     SIFAT-SIFAT MOTIVASI
1.      Sifat motivasi [4]
a.       Kekuatan suatu motif
Suatu motif yang kuat tidak tentu ini berlangsung lama, sedangkan suatu motif yang lama tidak tentu kalau kuat. Sebagai contoh orang sangat lapar kalau sudah diberi makan, maka motif ini akan lekas hilang. Sedangkan orang yang menginginkan baju baru kalau tidak terus diberi atau membeli maka ini dapat berlangsung lama. Suatu motif yang lama berlangsung dapat menjadi motif yang mendalam, sehingga menguasai dan memberi arah dan mungkin mengubah keinginan motif yang lain- lain dari individu.
b.      Motif yang berubah- ubah
Motif  kadang- kadang menjadi tujuan- tujuan tetapi kalau sudah tercapai lalu berubah menjadi jalan ke tujuan yang lain. Contoh motif menjadi mahasiswa adalah untuk mencapai gelar sarjana. Gelar ini dapat menjadi motif  jalan untuk mencapai kedudukan tinggi.
Motif dapat dikuatkan dengan jalan memobilisir seluruh motif. Biasanya motif dimobilisir apabila ada oposisi dari luar. Apabila oposisi itu dari dalam, maka timbul kebimbangan, sebagai contoh: orang yang ingin melanjutkan pelajaran tetapi ditentang orang tuanya. Dia akan keras kemauannya. Ini disebabkan karena seluruh perhatian dan seluruh  kepribadian dipusatkan pada satu dorongan itu.
Apabila suatu motif tidak terpusatkan, maka ini dapat mengakibatkan penyaluran atau penyaluran yang salah, misalnya fantasi, rasionalisasi, identivikasi, dll.
c.       Motifasi asli dan motivasi yang didapat
Motivasi asli adalah motif- motif yang ditentukan secara struktural dan sosial, dan alamiah dalam arti bahwa arti motif itu umum pada manusia.
d.      Motif yang alamiah
Motif- motif yang alamiah ini terdiri atas yang ditentukan secara struktural: pernafasan denyut jantung, peredaran darah, berfungsinya metabolisme, pertumbuhan dan kemasakan, nafsu (lapar, haus, seksual) dan semua perbuatan alat indera.
e.       Motif- motif yang lebih ditimbulkan oleh faktor- faktor sosial dan fisik
Ini adalah peniruan (imitasi), perasaan yang ada sebelum sesuatu terjadi, ketidaksabaran, kepayahan, talent, bakat, keinginan akan kebahagiaan, manipulasi insentif dalam motif- motif ini dapat merubah motivasi individu.
f.       Motif  yang negatif
Motif ini biasanya dihindari. Yang dimaksud motif yang negatif antara lain ialah sakit, reaksi indera yang tidak menyenangkan, dipaksa melalui hal- hal yang tidak menyenangkan, terutama kelelahan, ketakutan untuk direndahkan, kegagalan.
g.      Cara-cara mendapatkan motif
Cara-cara mendapatkan motif yang baru didapatkan dengan berbagai cara. Biasanya segala sesuatu yang baru dan segala perubahan dapat menumbuhkan motivasi yang baru.
h.      Hal- hal yang dapat mempengaruhi motivasi dalam belajar
Belajar dapat dipengaruhi oleh motifasi yang intrinsik artinya dapat dibentuk didalam diri individu, adanya suatu kebutuhan ini dapat berkembang menjadi suatu perhatian atau suatu dorongan.
*      Kemasakan
Untuk mempengaruhi motivasi harus diperhatikan kemasakan individu. Tidak bijaksana untuk merangsang aktivitas sebelum individu masak secara fisik, psikis dan sosial.
*      Usaha yang bertujuan goal dan ideal
Motif mempunyai tujuan atau goal. Makin terang goalnya makin kuat perbuatan itu didorong. Tiap usaha untuk membuat goal itu lebih kuat adalah suatu langkah menuju ke motivasi yang efektif.
*      Pengetahuan mengenai hasil dalam motivasi
Apabila tujuan atau goal sudah terang dan pelajar selalu diberitahu tentang kemajuannya maka dorongan untuk usaha makin besar. Kemajuan perlu diberitahukan, karena dengan mendapatkan kemajuan ini anak akan merasa puas.
*      Penghargaan dan hukuman
Penghargaan adalah motif yang positif. Penghargaan dapat menimbulkan inisiatif, energy, kompetisi. Penghargaan ini dapat berupa material, seperti pemberian uang, dan barang- barang yang berharga.
Hukuman adalah motivasi yang negatif. Hukuman didasarkan atas rasa takut. Takut adalah motif yang kuat. Ini dapat menghilangkan inisiatif.
*      Partisipasi
Partisipasi ini dapat menimbulkan kreatifitas, inisiatif, dan memberi kesempatan terwujudnya ide- ide. Maka perlu untuk memberi kesempatan kepada individu untuk berpartisipasi dalam segala kegiatan.
*      Perhatian

C.     PRINSIP-PRINSIP MOTIVASI
Ada dua prinsip dalam motivasi:
1.      Motivasi adalah suatu proses di dalam individu. Pengetahuan tentang proses ini membantu kita untuk menerangkan tingkah laku yang kita amati dan meramalkan tingkah laku lain dari orang itu.
2.      Kita menentukan diri dari proses ini dengan menyimpulkan dari tingkah laku yang dapat diamati.[5]

Menurut Oemar Hamalik ada 17 prinsip motivasi yang dapat dilaksanakan :
1.      Pujian lebih efektif daripada hukuman.
2.      Semua siswa memiliki kebutuhan psikologis (yang bersifat dasar ) yang harus mendapat pemuasan.
3.      Motivasi yang berasal dari dalam individu lebih efektif daripada mtivasi yang di paksakan dari luar.
4.      Jawaban yang serasi memerlukan usaha penguatan (reinforcement).
5.      Motivasi mudah menjalar dan menyebar luas terhadap orang lain.
6.      Pemahaman yang jelas tentang tujuan belajar dan merangsang motivasi.
7.      Tugas yang bersumber dari diri sendiri dan menmbulkan minat yang lebih besar untuk mengerjakannya ketimbang bila tugas itu dipaksakan oleh guru.
8.      Pujian yang datangya dari luar kadang diperlukan dan cukup efektif untuk merangsang minat yang sesungguhna.
9.      Teknik dan prosedur mengajar yang bermacam – macam itu efektif untuk memelhara minat siswa.
10.  Minat khusus yang dimiliki siswa berdaya guna untuk mempelajari hal lainya.
11.  Kegiatan yang dapat merangsang minat para siswa yang tergolong kurang tidak ada artinya bagi para siswa yang tergolong pandai.
12.  Tekanan dari kelompok siswa umumya lebih efektif dalam memotivasi dibandingkan dengan tekanan atau paksaan dari orang dewasa.
13.  Motivasi yang tinggi erat hubunganya dengan kreativitas siswa.
14.  Kecemasan akan menimbulkan kesulitan belajar.
15.  Kecemasan dan frustasi dapat membantu siswa berbuat lebih baik.
16.  Tugas yang terlalu sukar dapat mengakibatkan frustasi sehingga dapat menuju kepada demoralisasi.
17.  Tiap siswa mempunyai tingkat frustasi dan toleransi yang berlainan.[6]

D.    MACAM-MACAM MOTIVASI
1.    Motivasi ekstrinsik
Adalah melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain (cara untuk mencapai tujuan). Motivasi ekstrinsik sering  dipengaruhi oleh insentif eksternal seperrti imbalan dan hukuman. Misalnya murid mungkin belajar keras menghadapi ujian untuk mendapatkan nilai yang baik.
2.    Motivasi intrinsik
Adalah motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan sesuatu itu sendiri). Misalnya murid mungkin belajar menghadapi ujian karena dia senang pada mata pelajaran yang diujikan itu.[7]

E.     FUNGSI MOTIVASI
*   Fungsi motivasi.
a.       Mendorong tmbulnya kelakuan atau  suatu perbuatan. Tanpa motivasi tidak akan timbul perbuatan seperti belajar.
b.      Sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatan kepada pencapaian tujuan yang di inginkan.
Sebagai penggerak. Ia berfungsi sebagai mesin bagi mobil. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya  suatu pekerjaan.[8]

F.      MOTIVASI DALAM BELAJAR
Menurut Wood Worth bahwa motif pada diri individu atau seseoarang itu ada yang asli (tidak dipelajari) dan ada yang di pelajari. Dorongan motif yang asli tidak dipelajari itu timbul dengan sendirinya pada diri individu tanpa ada yang mempengaruhinya seakan–akan muncul secara alamiah seperti pada rasa lapar, haus, sakit dan sebagainya. Sedangakan motif yang dipelajari adalah dorongan yang timbul pada diri seseorang karena adanya pengaruh dari lingkungan (ransangan) seperti dorongan berprestasi dalam belajar. Motif berprestasi berpengaruh terhadap penampilan seseoarang, terutama dalam belajar. Seseorang yang mempunyai motif berprestasi tinggi cenderung untuk berusaha menyelesaikan tugasnya secara tuntas tanpa mennunda – nunda pekerjaan itu. Orang yang motif berprestasinya tinggi akan cenderung memilih rekan kerja dengan kemampuan kerja yang tinggi, dia tidak memerlukan rekan kerja yang ramah.
Kadang – kadang seoarang individu menyelesaikan suatu pekerjaan sebaik orang yang memiliki motif berprestasi itu justru karena dorongan menghindari kegagalan yang bersumber pada ketakutan akan kegagalan itu. Dalam belajar dan pembelajaran, denagan sendirinya keberhasilan yang dilatarabelakangi oleh motif berprestasi itu lebih baik, dalam arti lebih lestari pada diri individu dari pada yang diperoleh karena ketakutan akan kegagalan. [9]
Faktor – faktor yang mempengaruhi motivasi ialah umur, kondisi fisik, dan kekuatan intelegensi yang juga harus dipertimbangkan dalam hal ini. Motivasi sangat penting karena suatu klompok yang mempunyai motivasi akan lebih berhasil ketimbang kelompok yang tidak mempunyai motivasi (belajarnya kurang atau tidak berhasil). Dengan demikian motivasharus dikembangkan berdasarkan perbedaan individual. Secara umum semua manusia membutuhkan motivasi untuk dapat giat bekrja kecuali (mungkin) orang yang sudah tua dan orang yang sedang sakit.

G.    APLIKASI MOTIVASI DALAM PEMBELAJARAN
Adapun aplikasi motivasi dalam pembelajaran meliputi:
1.      Pemberian Penghargaan atau Ganjaran
Pemberian penghargaan dapat membangkitkan minat siswa untuk mempelajari atau mengerjakan sesuatu. Penghargaan ini merupakan alat bukan tujuan, karena tujuan penghargaan dalam belajar adalah setelah siswa mampu melakukan tugasnya dengan baik dan siswa akan terus melakukan tugasnya dengan baik.
2.      Pemberian Angka atau Grade
Menurut Willam Glasser angka atau grade itu lebi banyak menekankan kegagalan dari pada keberhasilan, dan karena kegagalan itu merupakan dasar dari timbulnya masalah-masalah, maka sebaiknya laporan sistem kemajuan siswa menghilangkan kegagalan.
3.      Keberhasilan dan Tingkat Aspirasi
Aspirasi merupakan yang dicita-citakan seseorang untuk dikerjakan pada masa akan datang bergantung pada pengamatannya tentang apa yang mungkin baginya. Dalam hubungan ini guru dapat menggunakan prinsip bahwa tujuan harus dapat dicapai dan para siswa mampu untuk mencapainya.
4.      Pemberian Pujian
Dalam pemberian pujian harus diingat bahwa efek dari pemberian pujian ini tergantung pada diri siswa.
5.      Kompetisi dan Kooperasi
Dalam kompetisi harus ada kesepakatan yang sama untuk menang.
6.      Pemberian Harapan
Jika seseorang berhasil melaksanakan tugasnya atau berhasil dalam belajarnya, dia dapat memperoleh dan mencapai harapannya yang telah diberikan padanya sebelumnya. Harapan tersebut bisa berupa hadiah, kedudukan, nama baik, atau sejenisnya.[10]
Peranan guru dalam memotivasi pembelajaran siswa meliputi:
1.      Mengenal setiap siswa yang diajarnya secara pribadi.
2.      Memperliahatkan interaksi yang menyenagkan.
3.      Menguasai berbagai metode dan teknik mengajar dan menggunakannya secara tepat.
4.      Menjaga suasana kelas supaya para siswa terhindar dari konflik dan frustasi.
5.      Memperlakukan siswa sesuai dengan keadaan dan kemampuannya.[11]















PENUTUP

KESIMPULAN
1.    Motivasi adalah kondisi fisiologis dan psikologis yang terdapat pada diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan aktifitas tertentu guna mencapai suatu tujuan (kebutuhan)
2.    Sifat motivasi : kekuatan suatu motif, motif yang berubah- ubah, motifasi asli dan motivasi yang didapat, motif yang alamiah, motif- motif yang lebih ditimbulkan oleh faktor- faktor sosial dan fisik, motif  yang negatif, cara-cara mendapatkan motifdan hal- hal yang dapat mempengaruhi motivasi dalam belajar.
3.    Prinsip dalam motivasi: motivasi adalah suatu proses di dalam individu dan kita menentukan diri dari proses ini dengan menyimpulkan dari tingkah laku yang dapat diamati.
4.    Fungsi motivasi.
a.    Mendorong tmbulnya kelakuan atau  suatu perbuatan. Tanpa motivasi tidak akan timbul perbuatan seperti belajar.
b.    Sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatan kepada pencapaian tujuan yang di inginkan.
5.    Seseorang yang mempunyai motif berprestasi tinggi cenderung untuk berusaha menyelesaikan tugasnya secara tuntas tanpa mennunda – nunda pekerjaan itu.
6.    Faktor – faktor yang mempengaruhi motivasi ialah umur, kondisi fisik, dan kekuatan intelegensi
7.    Aplikasi motivasi dalam pembelajaran meliputi:
a.       Pemberian Penghargaan atau Ganjaran
b.      Pemberian Angka atau Grade
c.       Keberhasilan dan Tingkat Aspirasi
d.      Pemberian Pujian
e.       Kompetisi dan Kooperasi
f.       Pemberian Harapan




DAFTAR PUSTAKA

Djaali. “Psikologi Pendidikan I”.  (Jakarta: Bumi Aksara 2007)
Hamalik, Oemar. ”Psikologi Belajar dan Mengajar”. (Bandung: Sinar Baru Algensindo.  2002 ). Cet ke-3
Mustaqim, dan Wahib, Abdul. “Psikologi Pendidikan”. (Jakarta: Rineka Cipta. 2010)
Rahkmat, Cece. Dkk. ”Psikologi Pendidikan”. ( Bandung : UPI Press. 2006 ). cet ke-1
Santrock, John W. “Educational Psicology 2”. terj. Tri Wibowo B.S.  (Jakarta: Renada Media. 2011). cet. IV
Soemato, Wasti.  “Psikologi Pendidikan”. (Jakarta: Rineka Cipta. 1998)



[1] Cece Rahkmat, dkk,”Psikologi Pendidikan” ( Bandung : Upi Press, 2006 ), cet -1 hal.209-210
[2] Wasti Soemato, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 1998), 203-206
[3] Djaali, psikologi PendidikanI (Jakarta: Bumi Aksara, 2007), 101.
[4] Mustaqim, Abdul Wahib, psikologi Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 2010),72-77.
[5] Wasti Soemato, Psikologi Pendidika, 203
[6] Oemar Hamalik,”Psikologi Belajar dan Mengajar”, (  Bandung : Sinar Baru,Algensindo, 2002 ), cet,ke-3 hal. 181-183
[7] John W. Santrock, “Educational Psicology 2”, terj. Tri Wibowo B.S , (Jakarta: Renada Media, 2011), cet. IV, 514
[8] Oemar Hamalik,  173 - 176
[9] Ibid hal.211-212
[10] Ibid., 184-186
[11] Ibid., 173-176.