Friday, 31 May 2013

TEKNIK MENDAPATKAN UMPAN BALIK



BAB I

A.    Latar Belakang
Umpan balik merupakan sebuah proses di kelas yang telah menjadi daya tarik tersendiri bagi para peneliti praktik pembelajaran sejak tahun 1970-an hingga sekarang ini. Secara konsisten, para peneliti telah menemukan bukti-bukti bahwa ketika guru mampu menggunakan prosedur umpan balik yang efektif ternyata dapat meningkatkan prestasi belajar siswanya.
Umpan balik yang efektif merupakan bagian integral dari sebuah dialog instruksional antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, maupun siswa dengan dirinya sendiri, dan bukanlah sebuah praktik yang terpisahkan. Ada tidaknya Umpan balik itu berasal dari pendidik

B.     Rumusan Masalah
1.      Pengertian Umpan Balik
2.      Teknik Mendapatkan Umpan Balik
3.      Tipe- tipe Umpan Balik
4.      Tinjauan Islam Tentang Umpan Balik







  

BAB II
PEMBAHASAN

1.      Pengertian Umpan Balik
Umpan balik adalah suatu proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dilakukan oleh pendidik kepada peserta didik, supaya peserta didik dapat memahami dan menanggapi materi yang disampaikan oleh pendidik. Pada dasarnya dalam KBM  terjadinya interaksi antara tiga unsur yaitu pendidik, bahan atau materi, dan peserta didik. Ketiga unsur tersebut saling berkaitan, misalnya bahan sebagai perantara untuk terjadinya interaksi belajar mengajar antara pendidik dan peserta didik. Umpan balik yang diberikan oleh peserta didik selama pelajaran itu berbeda-beda tetapi tergantung dari rangsangan yang diberikan oleh pendidik. Sebaliknya rangsangan peserta didik dalam bentuk tanya, maka tanggapan pendidik dalam bentuk jawab.[1]
 Umpan balik ini perlu diketahui oleh guru, untuk mengetahui  tingkat keberhasilan pendidikan dan pengajaran  yang diberikanya. Umpan balik mengharuskan seorang pendidik mengetahui tentang seberapa jauh bahan yang telah diberikan dapat dimengerti oleh peserta didik, sebagai titik tolak apakah kegiatan pembelajaran berikutnya dapat dilanjutkan atau tidak. Selain itu, dengan umpan balik ini juga dapat diketahui proses komunikasi dan interaksi yang terjadi antara guru dan siswa, serta pengaruh yang terjadi pada guru dan siswa. Dengan demikian, antara guru dan siswa terjadi interaksi yang baik, serta antara satu dan yang lainnya tidak menggambarkan seperti orang yang bertepuk sebelah tangan.[2]
2.       Teknik Mendapatkan Umpan Balik [3]
Dalam kegiatan belajar mengajar yang harus guru capai adalah bagaimana agar anak didik menguasai bahan pelajaran secara tuntas. Keberhasilan pengajaran ditentukan sampai sejauh mana penguasaan anak didik terhadap bahan pelajaran yang disampaikan oleh guru. Untuk membawa anak didik dapat mengusai semua bahan yang diberikan, tidak gampang. Karena hal ini berkaitan dengan bagaimana umpan balik yang diberikan oleh anak didik selama proses belajar mengajar berlangsung.
Untuk mendapatkan umpan balik dari anak didik diperlukan beberapa teknik yang sesuai dan tepat. Berikut beberapa teknik mendapatkan umpan balik dari anak didik:
·         Memancing Apersepsi Anak Didik
Latar belakang sosial anak penting diketahui oleh guru. Sebab dengan mengetahui dari mana anak berasal, dapat membantu guru untuk memahami jiwa anak. Pengalaman apa yang telah dipunyai anak adalah hal yang sangat membantu untuk memancing perhatian anak.  Anak biasanya senang membicarakan hal- hal yang menjadi kesenangannya. Pada saat yang tepat, guru dapat memanfaatkan hal- hal yang menjadi kesenangan anak untuk diselipkan dalam melengkapi isi dari bahan pelajaran yang disampaikan. Tentu saja pemanfaatannya tidak sembarangan, tetapi harus sesuai dengan bahan pelajaran.
Pendekatan ini dirasakan memudahkan pengertian dan pemahaman anak didik terhadap bahan pelajaran yang disajikan. Pengalaman anak mengenai bahan pelajaran yang telah diberikan merupakan bahan apersepsi yang dipunyai oleh anak. Pengalaman atau pengetahuan anak tersebut dapat dimanfaatkan untuk memancing perhatian anak terhadap bahan pelajaran yang akan diberikan, sehingga anak terpancing untuk memperhatikan penjelasan guru. Dengan demikian, usaha guru menghubungkan pengetahuan yang telah dimiliki anak didik dengan pengetahuan yang akan diberikan, merupakan teknik untuk mendapatkan umpan balik dari anak didik dalam pengajaran.
·         Memanfaatkan Taktik Alat Bantu yang Akseptabel
Bahan pelajaran adalah isi yang disampaikan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Bahan yang disampaikan oleh guru bermacam- macam sifatnya, mulai dari yang mudah, sedang sampai ke yang sukar. Dalam proses belajar mengajar berlangsung ada anak didik yang kurang mampu memahami materi yang diajarkan dengan baik, sehingga pemahamanpun sulit didapatkan. Seorang guru yang kurang terbiasa berbicara dan kurang pandai memilih kata serta kalimat yang dapat mewakili isi pesan dari bahan pelajaran akan mengalami kesulitan untuk mengantarkan anak didik untuk paham atas materi yang diajarkan.
Guru yang menyadari kelemahan dirinya untuk menjelaskan isi dari bahan pelajaran yang disampaikan sebaiknya memanfaatkan alat bantu untuk membantu memperjelas isi dari bahan. Meskipun begitu, jangan sampai kehadiran alat bantu yang lebih menarik dari pada pelajaran yang akan diberikan. Disisi alat bantu dijadikan sebagai taktik untuk meningkatkan konsentrasi anak didik terhadap bahan pelajaran yang akan disampaikan supaya anak didik dapat menguasai bahan pelajaran dengan tuntas.
·         Memilih Bentuk Motivasi yang Akurat
Motivasi memang merupakan faktor yang mempunyai arti penting bagi seorang anak didik. Apakah artinya anak didik pergi kesekolah tanpa motivasi untuk belajar demi masa depannya. Meskipun demikian, guru tidak boleh menutup mata bahwa diantara sekelompok anak didik yang mempunyai motivasi untuk belajar, ada sekelompok anak didik yang belum termotivasi untuk belajar. Ketika guru melihat anak didik seperti itu, maka perlu diambil langkah- langkah yang dapat menimbulkan motivasi untuk belajar bagi anak didik tersebut. Ada beberapa bentuk motivasi yang dapat digunakan untuk mempertahankan minat anak didik terhadap bahan pelajaran yang diberikan, antara lain:
Ø  Memberi angka
Ø  Hadiah
Ø  Pujian
Ø  Gerakan tubuh
Ø  Memberi tugas
Ø  Memberi ulangan
Ø  Mengetahui hasil
Ø  Hukuman
·         Menggunakan Metode yang Bervariasi
Metode adalah srategi yang tidak bisa ditinggalkan dalam proses belajar mengajar. Setiap kali mengajar guru pasti akan menggunakan metode. Metode yang digunakan itu tidak sembarangan, malainkan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Penggunaan metode akan menghasilkan kemampuan yang sesuai dengan karakteristik metode tersebut. Kemampuan yang dihasilkan oleh metode ceramah akan berbeda dengan kemampuan yang dihasilkan oleh metode diskusi. Demikian juga dengan penggunaan metode mengajar lainnya seperti metode eksperimen, observasi, karyawisata, problem solving.
Penggunaan metode mengajar yang berfariasi dapat menggairahkan belajar anak didik. Pada suatu kondisi tertentu  anak didik merasa bosan dengan metode ceramah, disebabkan meraka harus dengan setia dan tenang mendengarkan penjelaskan guru tentang suatu masalah. Kegiatan pengajaran seperti itu guru alihkan dengan suasana yang lain, seperti menggunakan metode tanyan jwab, diskusi atau metode penugasan, baik kelompok atau individual, sehingga kebosanan itu dapat terobati dan berubah menjadi suasana kegiatan pengajaran yang jauh dari keluwesan.
3.      Tipe- tipe Umpan Balik [4]
a.       Memonitor
Umpan balik dapat menjadi sarana memonitor pembelajaran siswa dah harus memberikan komentar mengenai apa yang telah dicapai dan apa yang masih harus dicapai
b.      Konstrutif
Dilihat sebagai metode untuk meningkatkan motivasi mulai dari komentar positif mengenai apa yang telah dicapai siswa
c.       Negatif
terjadi ketika tujuan utama umpan baik adalah menilai hasil kerja siswa . tinta merah digunakan sebagai umpan balik berpusat pada pemberitahuan kepada siswa saat mereka berbuat salah.

4.      Tinjauan islam tetang penggunaan umpan balik[5]
Tinjauan islam tentang penggunaan umpan balik dalam kegiatan belajar mengajar dapat dipahami dalam ayat yang tercantum pada (QS. Al- Baqarah: 31-33).
Ayat- ayat tersebut mengandung empat aspek yang berkaitan dengan umpan balik sebagai berikut:
1.      Aspek pengajaran yang dilakukan oleh Allah SWT. Kepada Nabi Adam as. Allah telah bertindak sebagai pendidik, dan Nabi Adam berada dalam kedudukan sebagai murid.
2.      Aspek bahan ajar, yaitu nama- nama benda seluruhnya yang ada di alam jagad raya ini.
3.      Aspek bentuk umpan balik, yaitu perintah Allah kepada Nabi Adam untuk menginformasikan kembali ilmu yang pernah diajarkan kepadanya.
4.      Aspek hasil umpan balik yang dalam hal ini tampil dalam bentuk penguasaan Nabi Adam terhadap pengetahuan yang telah diajarkan.























PENUTUP
Kesimpulan
1.      Pengertian Umpan Balik
Umpan balik adalah suatu proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dilakukan oleh pendidik kepada peserta didik, supaya peserta didik dapat memahami dan menanggapi materi yang disampaikan oleh pendidik
2.      Teknik mendapatkan umpan balik
·         Memancing apersepsi anak didik
·         Memanfaatkan Taktik alat Bantu yang Akseptabel
·         Memilih Bentuk Motivasi yang Akurat
·         Menggunakan Metode yang Bervariasi
3.       Tipe- tipe Umpan Balik: Memonitor, Konstrutif, Negatif
4.      Tinjauan islam tetang penggunaan umpan balik
Tinjauan islam tentang penggunaan umpan balik dalam kegiatan belajar mengajar dapat dipahami dalam ayat yang tercantum pada (QS. Al- Baqarah: 31-33)
















DAFTAR PUSTAKA

Djamarah, Syaiful Bahri Aswan Zain,  Stategi Belajar Mengajar, (Jakarta: RinekaCipta, 2010).
http://dwirumah.wordpress.com/2012/04/07/beberapa-teknik-mendapatkan-umpan-balik-dan-tahp-tahap-pemvelajaran/.
Nata,  Abuddin Perspektif Islam Tentang Strategi Pembelajaran, (Jakarta: Kencan, 2009).
Widiastuti,Hartati Memotivasi Siswa Di Kelas: Gagasan dan Strategi, (Jakarta: Indeks, 2009).



[1] http://dwirumah.wordpress.com/2012/04/07/beberapa-teknik-mendapatkan-umpan-balik-dan-tahp-tahap-pemvelajaran/.
[2] Abuddin Nata,  Perspektif Islam Tentang Strategi Pembelajaran, (Jakarta: Kencan, 2009), 332.
[3] Syaiful Bahri Djamarah, Aswan Zain,  Stategi Belajar Mengajar, (Jakarta: RinekaCipta, 2010), 143-159.
[4] Hartati Widiastuti, Memotivasi Siswa Di Kelas: Gagasan dan Strategi, (Jakarta: Indeks, 2009), 129.
[5] Abuddin, strategi Pembelajaran, (jakarta: kencana, 2009), 332- 336.